4 Alasan Kenapa Mabuk Tak Masuk Polis Asuransi Kendaraan Bermotor

Polis asuransi kendaraan bermotor memang gampang diikuti. Tapi tidak untuk para pemabuk. Sebersih-bersihnya Anda, kalau suka mabuk, jelas tidak akan bisa menikmati layanan asuransi kendaraan bermotor. Banyak pertimbangan kenapa tidak dibolehkan klaim maupun daftar asuransi. Empat di antaranya ada di bawah ini.



1. Orang yang Mabuk Berada di Luar Kesadaran

Sekali minuman keras masuk tubuh, maka otak langsung meresponsnya sebagai bahaya. Sel-sel dalam otak akan terus mengalami disfungsi ketika minuman keras atau obat-obatan terlarang terus dikonsumsi. Saat seseorang yang mabuk berada di belakang kemudi, dia tidak tahu apa yang tengah dihadapinya. Soalnya kesadaran jiwanya tidak berada di sana.

Oleh karena itu, banyak kasus kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi dalam keadaan mabuk. Pada kondisi tersebut, meskipun Anda sudah memiliki polis asuransi, pihak perusahaan tidak akan menjamin. Tidak akan datang menolong. Soalnya semua tragedi tersebut murni kesalahan si pengemudi.

2. Mabuk Dilarang oleh Negara

Apa pun minuman keras maupun obat-obatan terlarang, saat dikonsumsi, maka saat itu juga berarti tengah melawan hukum. Soalnya kalau ketahuan pihak berwajib sudah pasti diciduk. Apalagi ketika berada di belakang kemudi atau tengah mengemudikan dengan sembarangan. Maka mobil dan si pengemudi itu pun langsung ditarik oleh pihak berwajib.

Kalau memaksakan diri tetap mengemudi, terpaksa, saat ketahuan oleh pihak berwajib langsung divonis bersalah di hadapan hukum. Tidak peduli apakah itu anak presiden, menteri, musisi terkenal, dan ilmuwan sekalipun. Orang yang bersalah tetap dinyatakan bersalah. Itulah kenapa perusahaan asuransi tidak mau ambil risiko dengan menolong orang mabuk.

3. Orang yang Mabuk Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Ada satu pertanyaan tentang polis asuransi kendaraan bermotor kali ini. Mengapa orang yang mabuk tidak mengontrol emosinya dan menjadikannya tidak bisa klaim asuransi? Rupanya antara emosi atau perasaan dengan otak itu berhubungan satu sama lain. Selama ini otak memiliki fungsi untuk memberi komando pada tubuh untuk berbuat sesuatu.

Termasuk juga komponen pembentuk perasaan yang terletak di area dada. Ketika minuman keras dan obat terlarang memasuki tubuh, jaringan otak banyak yang terputus. Akibatnya, hati tidak memiliki komando dari otak. Dia akan kehilangan arah. Kita bisa lihat sendiri kalau orang mabuk itu suka berbuat semaunya.

Orang yang lewat saja bisa dihajar. Apalagi orang yang sengaja menantangnya? Saat seseorang tengah mabuk, sugesti apa pun akan masuk ke dalam hatinya. Rata-rata lebih banyak buruknya ketimbang baiknya. Soalnya saat hendak mabuk, hal yang terpikir adalah ketidakadilan dunia.

4. Orang Mabuk Tidak Bisa Membedakan yang Baik dan Buruk

Satu-satunya hal baik saat seseorang mabuk adalah pernah mendaftarkan kendaraannya ke perusahaan asuransi. Katakanlah seperti mendaftar layanan Garda Oto Digital via online. Kemudian rajin bayar premi. Tapi suatu ketika dia mengalami depresi yang berat. Maka pergilah ke kedai minum dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak.

Sepulang dari kedai tersebut, badannya sempoyongan. Sejak saat itu, dia sudah tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Inilah bahayanya mabuk. Garda Oto tidak mau ambil risiko memberikan perlindungan asuransinya pada orang gila. Soalnya orang yang mabuk memang identik dengan orang gila.

Sebisa mungkin jauhi mabuk-mabukan selama Anda masih memiliki polis asuransi kendaran bermotor. Jangan sampai kendaraan Anda rusak sia-sia hanya karena keinginan besar untuk mabuk. Yakinkan hati saja, kalau setiap masalah yang diterima pasti ada solusinya. Semuanya bisa diselesaikan dan mabuk bukan bagian dari cara memecahkan masalah.


EmoticonEmoticon