5 Alasan Kenapa Berita Harian Online Harus Tajam dan Terpercaya

Para pembaca media online rata-rata hanya memiliki waktu yang sedikit untuk membaca berita harian. Itu pun waktunya harus dibagi untuk bekerja, sekolah, bermain dengan anak, dan segala aktivitas lainnya. Oleh karena itu, mau tidak mau berita yang disajikan harus tajam dan terpercaya. Selain alasan praktis, apa saja alasan lainnya?


1. Selalu Ada Berita Baru yang Harus Ditulis

Selagi dunia ini masih berputar, selama itulah ada berita yang bisa ditulis. Tapi tidak sembarang peristiwa bisa ditulis menjadi berita. Apalagi untuk berita bertaraf nasional. Semuanya harus dikaji ulang sebelum dipublikasikan. Minimal oleh kru yang bertugas di staf redaksi media pemberitaan online tersebut.

Derasnya peristiwa yang mengalir setiap hari, bikin pembuat berita harus pandai-pandai mengalokasikan waktu dan ruang untuk menangkapnya. Jujur saja, setiap pembaca setia pasti haus dengan berita. Mungkin saat ini Indonesia masuk peringkat bawah soal animo baca buku. Tapi untuk baca berita online, Indonesia masih cukup lapar dan antusias.

2. Berita di Media Online Harus Tetap Netral

Apa pun yang terjadi, berita di media online harus netral. Tidak boleh timpang sebelah hanya gara-gara ada yang mencoba menyuap untuk berbagai model kampanye. Kalau sebuah media hanyut dalam arus pencucian uang, tentu akan menodai prinsip berita yang terpercaya. Barangkali hanya sekali terima dana. Tapi dampaknya bisa sepanjang kiprah media tersebut.

Semakin tajam berita yang dimuat, maka semakin bagus. Potensi untuk menjadi rancu dan condong sebelah pun sirna. Berita harian memang harus begitu. Selain cepat, wajib juga mempertimbangkan sisi substansinya sebuah peristiwa. Oleh karena itu, amat diperlukan analis yang bijak dalam mengambil keputusan untuk menentukan view-nya bagaimana.

3. Untuk Memperkecil Kemungkinan Hoax

Berita yang sudah diturunkan itu hampir pasti tidak bisa ditarik kembali. Ketika khalayak sudah telanjur mengonsumsi, hal itu menjadi tanggungan media tersebut. Apa pun yang terjadi. Untuk memperkecil kemungkinan hoax, berita yang ditulis memang harus tajam. Biar penyajiannya tidak terkesan melebar ke mana-mana.

Berita harian terpercaya memang tidak boleh sedikitpun disusupi unsur hoax. Tidak boleh pula bermakna ambigu. Jadi, setiap pembacanya akan menangkap dari sudut pandang 1 dan 1 topik setiap tulisan. Ruang tulisan dalam media online memang terkesan tidak terbatas. Tapi demi pembaca, mau tidak mau harus dibatasi dengan berita yang ditulis secara tajam.

4. Memiliki Visi Mencerdaskan Bangsa

Apakah visi media yang seperti ini terkesan muluk-muluk? Tentu tidak, bukan? Media online saat ini sudah melebihi apa yang disajikan oleh berita di televisi. Ruangnya yang sangat luas memberikan kesempatan untuk tulisan sebanyak-banyaknya. Akses publik jadi terasa tidak terjangkau. Sedangkan kalau di televisi hanya menangkap sekilas.

Kalau di media online, satu topik bahkan bisa ditulis dengan berbagai macam sudut pandang. Kita ambil contoh berita tentang Paspampres Presiden RI. Di televisi mungkin tidak ada yang memberitakannya. Tapi di media online, justru dibahas dari berbagai segi secara tajam. Selain bisa memperluas pengetahuan, juga bisa mencerdaskan para pembacanya.

5. Berita yang Tersaji Jadi Konsumsi Publik

Tidak seperti kilasan di linimasa media sosial, berita di media online, khususnya yang bertaraf nasional biasanya punya jutaan audiensi. Mereka tidak mau membaca berita yang biasa-biasa saja. Harus punya kekuatan tertentu yang membuat mata betah membaca sampai habis. Di situlah peranan penting berita yang ditulis secara tajam.

Hampir setiap jam, berita harian di media online tersaji. Apa jadinya kalau media tersebut hanya berisi berita yang ala kadarnya? Pasti lambat laun akan ditinggalkan oleh audiensinya. Itulah kenapa media yang bertaraf nasional menghindari berita yang biasa-biasa saja. Tujuannya agar tetap survive di tengah-tengah gempuran media online yang baru.


EmoticonEmoticon